Minggu, 19 Juni 2011

CARA DAN PERAWATAN LUKA GANGREN

GANGREN DAN PERAWATAN LUKA
GANGREN
Komplikasi Diabetes Mellitus (DM)
yang paling berbahaya adalah
komplikasi pada pembuluh darah.
Pembuluh darah besar maupun kecil
ataupun kapiler penderita DM mudah
menyempit dan tersumbat oleh
gumpalan darah (angiopati diabetik)
Jika sumbatan terjadi di pembuluh
darah sedang atau besar di tungkai
(makroangopati diabetik) tungkai akan
lebih mudah mengalami gangren
diabetik, yaitu luka pada kaki yang
merah kehitam-hitaman dan berbau
busuk. Bila sumbatan terjadi pada
pembuluh darah yang lebih besar,
penderita DM akan merasa tungkainya
sakit sesudah ia berjalan pada jarak
tertentu, karena aliran darah ke
tungkai tersebut berkurang dan
disebut claudicatio intermitten.
Beberapa faktor secara bersama-
sama berperan pada terjadinya ulkus/
gangren diabetes. Dimulai dari faktor
pengelolaan penderita DM terhadap
penyakitnya yang tidak baik, adanya
neuropati perifer dan autonom, faktor
komplikasi vaskuler yang
memeperburuk aliran darah ke kaki
tempat luka, faktor kerentanan
terhadap infeksi akibat respons
kekebalan tubuh yang menurun pada
keadaan DM tidak terkendali, serta
kemudian faktor ketidaktahuan pasien
sehingga terjadi masalah gangren
diabetik.
Secara umum, gangren diabetik
biasanya terjadi akibat triad berikut :
1. Neuropati perifer
2. Insufisiensi Vaskuler Perifer
(Iskemik)
3. Infeksi
4. Penderita yang beresiko tinggi
mengalami gangren diabetik adalah :
5. Lama penyakit diabetes yang
melebihi 10 tahun
6. Usia pasien yang lebih dari 40
tahun
7. Riwayat merokok
8. Penurunan denyut nadi perifer
9. Penurunan sensibilitas
10. Deformitas anatomis atau bagian
yang menonjol (seperti bunion atau
kalus)
11. Riwayat ulkus kaki atau amputasi
12. Pengendalian kadar gula darah
yang buruk
Rangkaian yang khas dalam proses
timbulnya gangren diabetik pada kaki
dimulai dari cedera pada jaringan
lunak kaki, pembentukan fisura antara
jari-jari kaki atau di daerah kulit kering,
atau pembentukan sebuah kalus.
Jaringan yang terkena mula-mula
menjadi kebiruan dan terasa dingin
bila disentuh. Kemudian, jaringan
yang mati, menghitam dan berbau
busuk.
Cedera tidak dirasakan oleh pasien
yang kepekaannya sudah menghilang
dan bisa berupa cedera termal,
cedera kimia atau cedera traumatik.
Pengeluaran nanah, pembengkakan,
kemerahan (akibat selulitis) atau
akibat gangren biasanya merupakan
tanda pertama masalah kaki yang
menjadi perhatian penderita.
Gangren diabetik diklasifikasikan
menjadi lima tingkatan, yaitu :
1. Tingkat 0
Resiko tinggi untuk mengalami luka
pada kaki
Tidak ada luka
2. Tingkat 1
Luka ringan tanpa adanya infeksi,
biasanya luka yang terjadi akibat
kerusakan saraf.
Kadang timbul kalus
3. Tingkat 2
Luka yang lebih dalam, sering kali
dikaitkan dengan peradangan jaringan
di sekitarnya. Tidak ada infeksi pada
tulang dan pembentukan abses
4. Tingkat 3
Luka yang lebih dalam hingga ke
tulang, dan terbentuk abses
5. Tingkat 4
Gangren yang terlokalisasi , seperti
pada jari kaki, bagian depan kaki atau
tumit
6. Tingkat 5
Gangren pada seluruh kaki
Klasifikasi gangren diabetik lain
(gabungan dari klasifikasi Wagner dan
Liverpool) :
Stadium Grade
A 0 1 2 3
Tanpa tukak atau pasca tukak
Kulit intak/utuh
Luka superfisial tidak sampai tendon
kapsul sensi atau tulang
Luka sampai tendon atau kapsul
sendi
Luka sampai tulang dan sendi
B -----------------------------------------------
dengan infeksi ---------------------------
C ------------------------- dengan iskemia
-------------------------------------------------
D --------------------------dengan infeksi
dan iskemia
-------------------------------------
Penyembuhan luka selalu terjadi
melalui tahapan yang berurutan mulai
dari proses inflamasi, proliferasi,
pematangan dan penutupan luka.
Pada gangren, tindakan debridement
yang baik sangat penting untuk
mendapatkan hasil pengelolaan yang
memadai.
Prinsip dasar pengelolaan gangren
diabetik, adalah :
1. Evaluasi keadaan luka dengan
cermat
keadaan klinis luka
dalamnya luka
gambaran radiologi (adakah benda
asing, osteomielitis, gas subkutis)
lokasi luka
vaskularisasi luka
2. Pengendalian keadaan metabolik
sebaik-baiknya
3. Debridement luka yang adekuat dan
radikal, sampai bagian yang hidup
4. Biakan kuman baik aerob maupun
anaerob
5. Antibiotik yang adekuat
6. Perawatan luka yang baik, balutan
yang memadai sesuai dengan tingkat
keadaan luka
7. Mengurangi edema
8. Non weight bearing : tirah baring,
tongkat penyangga, kursi roda, alas
kaki khusus, total contact casting
9. Perbaikan sirkulasi-vasculer surgery
10. Tindakan bedah rehabilitatif untuk
memperbaiki kemungkinan dan
kecepatan penyembuhan
11. Rehabilitasi
Peran perawat dalam perawatan luka
gangren adalah mencegah komplikasi
akibat luka gangren dengan
menerapkan teknik aseptik pada tiap
perawatan luka, selain itu perawat
harus mampu menjadi educator bagi
pasien, dan memberi asuhan
keperawatan secara holistik.
1. Cara perawatan gangren diabetik :
Persiapan bahan dan alat :
Pinset anatomi 1 buah dan pinset
cirurgis 1 buah
Gunting Arteri 1
Cucing
Persegi satu buah
Kom satu buah
Bengkok
Larutan NaCl 0,9 %
Sarung tangan satu pasang
Spuit 50 cc
Kassa
Alkohol 70 %
Metronidazole powder
Duoderm gel
Kaltostat, Aquacel
Pembalut Duoderm CGF
Duoderm Paste
Duk steril
2. Tindakan
Cara Perawatan Luka :
a. Letakkan cucing (dua buah), kapas,
kassa, pinset anatomis, gunting di atas
duk steril.
b. Isi cucing dengan kapas dan larutan
NaCl
c. Cuci luka dengan cairan NS (NaCl
0,9%) sambil digosok secara lembut
dengan tangan yang terbungkus
sarung tangan
d. Jika luka berongga
gunakan tube (NSV bayi atau folley
kateter anak) & spuit 50 cc
e. Keringkan luka dgn kassa secara
lembut (ditutul), jangan digosok.
f. Bersihkan kulit utuh sekeliling luka
dgn alkohol 70% (radius 3-5cm dari
tepi luka)
g. Taburi dasar luka dgn
metronidazole powder (500 mg)
secara merata untuk mengurangi bau
pada luka.
h. Isi rongga luka/dasar luka dengan
Duoderm Hydroactive gel sampai 1/2
kedalaman rongga luka
i. Campurkan Duoderm Hydroactive
gel dengan metronidazole powder
(500mg) dlm cucing steril.
j. Isikan ke dalam luka sampai terisi ½
kedalaman luka
k. Tutup luka dengan absorbent
dressing:
- Kaltostat
- Aquacel
l. Masukkan Kaltostat rope / Aquacel
(absorbent as primary dressing) ke
dalam rongga luka (fill dead space) &
di atas luka untuk mengabsorbsi
exudate yg berlebihan.
m. Sisakan 1 cm absorbent dari tepi
rongga luka.
n. Tutup dgn pembalut: Duoderm CGF
Extrathin secara tepat untuk
memberikan moist environment.
Jangan menarik pembalut.
o. Berikan penekanan ringan secara
merata pada pembalut selama 30
detik agar melekat rata dipermukaan
kulit
p. Jika warna dasar luka merah
(granulasi) namun masih cekung beri
Duoderm Paste scr merata diatas
permukaan luka.
q. Tutup absorbent jika perlu.
r. Tutup dgn Duoderm CGF secara
tepat
s. Ganti pembalut jika telah jenuh oleh
exudate.
t. Jadwal penggantian balutan dapat
ditentukan setiap 3 - 7 hari sekali,
tergantung warna dasar luka dan
jumlah exudate.
3. Dokumentasi keadaan luka, dan
perawatan luka
Sebagai educator bagi pasien,
perawat memberi informasi tentang
pentingnya nutrisi bagi kesembuhan
luka dan pemberian terapi antibiotik.
Penderita gangren disarankan untuk
tirah baring, dan menhjaga kesehatan
(terutama gula darahnya). Nutrisi yang
diberikan harus sesuai prinsip 3 J
(Jumlah kalori, Jadwal diit, dan Jenis
makanan).
Pencegahan jauh lebih disukai
daripada penyembuhan. Beberapa
faktor resiko untuk penyakit vaskuler
perifer pada pasien DM tidak dapat
diobati, misalnya usia dan lamanya
menderita DM, tetapi banyak faktor
resiko laon yang dapat ditangani
misalnya merokok, hipertensi,
hiperlipidemia, hiperglikemia, dan
obesitas.
Pendidikan tentang perawatan kaki
merupakan kunci mencegah ulserasi
kaki. Perawatan kaki dimulai dengan
mencuci kaki dengan benar,
mengeringkan dan menminyakinya
(menggunakan lotion), kemudian
inspeksi kaki tiap hari (periksa adanya
gejala kemerahan, lepuh, fisura, kalus
atau ulserasi), memotong kuku
dengan hati-hati. Pasien disarankan
untuk mengenalan sepatu yang pas
dan tertutup pada bagian jari kaki.
Perilaku beresiko tinggi harus
dihindari, misalnya : berjalan tanpa
alas kaki, menggunakan bantal
pemanas pada kaki, mengenakan
sepat terbuka pada bagian jarinya,
memangkas kalus.
Cara perawatan luka gangren ala RS
DR Soetomo : (dipake wat penjelasan
foto asli gangren)
1. Buka balutan dengan hati-hati,
karena dapat menarik jaringan yang
sudah bergranulasi. Bila lengket siram
dengan larutan NaCl
2. Inspeksi luka, perhatikan mana
yang sudah bergranulasi dan bagian
yang masih bernanah.
3. Ambil bola kapas yang sudah
direndam savlon. Lalu basuh dan
bersihkan luka klien dengan hati2. Bila
jaringan sudah bergranulasi yang
ditandai dengan warna merah maka
cukup ditutul. Bila jaringan yang
nekrotik dan bernanah maka luka
harus dicuci. Gunakan tangan kiri
untuk mengambil alat steril, tangan
kanan untuk ke luka pasien.
4. Lakukan hingga 3 kali, kemudian
palpasi luka. Terutama bagi luka yang
bernanah. Untuk mengeluarkan pus,
klien diminta menggerakkan
pergelangan kakinya (atas

1 komentar:

  1. Terima kasih ats infonya, mohon petunjuk apakah setelah d bersihkan dg savlon ada salep utk lukany, ato langsung luka d tutup? Trima kasih

    BalasHapus